STRATEGI PENANGANAN HOAKS PEMILU MELALUI PENERAPAN SMART CONTRACT LOGIC SERTA SISTEM DETEKSI HOAKS OTOMATIS

  • Lati Praja Delmana Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sumatera Barat
Keywords: Hoaks, Kampanye hitam, Pemilu 2024

Abstract

Penyebaran hoaks dan kampanye hitam di sosial media menjadi permasalahan krusial selama Pemilu karena mampu menurunkan integritas dan menciderai nilai Demokrasi, sehingga stakeholders perlu membangun solusi inovatif untuk mencegah dan menanggulanginya. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan solusi pencegahan dan penanganan penyebaran hoaks dan kampanye hitam di seluruh kelompok pengguna pada Pemilu 2024. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemberian solusi yang komprehensif, sistematis dan terintegrasi mulai dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Smart Contract Logic (SCL) dapat mengurangi penyebaran hoaks dengan mendeteksi karakteristik dan asal pesan serta  membatasi aliran hoaks. SCL juga secara reaktif dapat memblokir pesan palsu sehingga mengurangi penyebaran hoaks di seluruh kelompok pengguna dalam seluruh tahapan Pemilu. Adapun Penggunaan Sistem Deteksi Hoaks Otomatis dapat digunakan untuk mengetahui keaslian postingan seseorang di media sosial seperti berita, twitter, facebook serta menemukan tulisan serupa di media sosial lainnya atau website sehingga meningkatkan keakuratan dan keandalan berita. Penyelenggara Pemilu dan seluruh stakeholder dapat ikut andil dalam penanganan hoaks di setiap tahapan Pemilu dengan melaksanakan sosialisasi, pendidikan Pemilih serta pengawasan dan evaluasi secara berkelanjutan.

References

Adipratama, T. R., & Ipung, H. P. (2022). Analisis Interaksi Pengguna di Media Sosial Dalam Mencegah Video Hoaks dan Model Arsitektur Deteksi Tingkat Tinggi. Jurnal Inovasi Informatika, 7(1), 25-43.

Afriza, A., & Adisantoso, J. (2018). Metode Klasifikasi Rocchio untuk Analisis Hoaks. Jurnal Ilmu Komputer dan Agri-Informatika, 5(1), 1-10.

Agbelengor, Samson C. (2015). Factors undermining quality elections in Africa and how to correct it.University of Ghana. 5 Maret 2023. https://www.academia.edu/14174188/Factors_undermining_quality_elections_in_Africa_and_how_to_correct_it. diunduh tanggal 3 Januari 2019

Allcott, H., & Gentzkow, M. (2017). Social media and fake news in the 2016 election. Journal of economic perspectives, 31(2), 211-236.

Anggraini, C. N. (2016). Literasi Media Baru Dan Penyebaran Informasi Hoak:(Studi Fenomenologi Pada Pengguna Whatsapp Dalam Penyebaran Informasi Hoaks Periode Januari-Maret 2015) (Doctoral dissertation, Universitas Gadjah Mada).

Asimah, D. (2020). Menjawab Kendala Pembuktian Dalam Penerapan Alat Bukti Elektronik. Jurnal Puslitbang Hukum dan Peradilan Ditjen Badan Peradilan Militer dan Tata Usaha Negara. 3(2) 97-110

Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri. (2018). Riset 44 Persen Orang Indonesia Belum bisa Mendeteksi Berita Hoax. Diakses 26 februari 2023, dari: https://litbang.kemendagri.go.id/website/riset-44-persen-orang-indonesia-belum-bisa-mendeteksi-berita-hoax-2/

Cuccuru, P. (2017). Beyond bitcoin: an early overview on smart contracts. International Journal of Law and Information Technology, 25(3), 179-195.

Dailysosial.id. (2018). Laporan Dailysosial: Distribusi Hoaks Di Media Sosial. https://dailysosial.id/post/laporan-dailysosial-distribusi-hoaks-di-media-sosial-2018

Danu, N. I. (2021). Identifikasi Berita Hoaks Menggunakan Kombinasi Metode K-Nearest Neigbor (KNN) dan TF-IDF Berbasis Web Dengan Menggunakan Framework Codeigniter (Doctoral dissertation, Universitas Wijaya Putra).

Data reportal. (2022). Digital 2022 Indonesia. Diakses 26 Februari 2023, dari: https://wearesocial.com/cn/wp-content/uploads/sites/8/2022/01/DataReportal-GDR002-20220126-Digital-2022-Global-Overview-Report-Essentials-v02.pdf

Devito. (2006). Human Communication. America: Pearson Education.

Firdaus, N. A., et al. (2021). Bahasa Sebagai Etika Bermedia Sosial (Kata “Anjay” dan Kontroversinya). MEDIAKOM, 4(2), 122-140.

Grizzle, et al. (2011). Media and Informasi Literacy Curriculum For Teacher. Diakses 4 Maret 2023, dari: https://unesdoc.unesco.org/ark:/48223/pf0000192971

Guille, A., et al. (2013). Information diffusion in online social networks: A survey. ACM Sigmod Record, 42(2), 17-28.

Hernandez, J. C., et al. (2002). A first step towards automatic hoaks detection. In Proceedings. 36th Annual 2002 International Carnahan Conference on Security Technology (pp. 102-114). IEEE.

Indonesia, M. T. (2017). Infografis Hasil Survey MASTEL Tentang Wabah HOAKS Nasional. Retrieved from Suara Sektor ICT Indonesia: https://mastel.id/infografis-hasil-survey-mastel-tentang-wabah-hoaksnasional.

Ishak, A. (2011). Automatic Hoaks Detection System. Dissertation Bachelor Of Technology. Universitas Teknologi Petronas

Juditha, C. (2018). Interaksi komunikasi hoaks di media sosial serta antisipasinya. Jurnal Pekommas,, 3(1), 31-44.

Kementerian Komunikasi Dan Informasi. Kominfo temukan 3.356 hoaks, terbanyak saat pemilu 2019. Diakses 1 maret 2023, dari: https://www.kominfo.go.id/content/detail/21876/kominfo-temukan-3356-hoaks-terbanyak-saat-pemilu-2019/0/berita_satker

Kementerian Komunikasi dan Informasi. Laporan Isu Hoaks 22 Mei 2019 s/d 24 Mei 2019. Diakses 25 februari 2023, dari: https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=&cad=rja&uact=8&ved=2ahUKEwjnvYKi2dH9AhUL2nMBHQV6DRcQFnoECAgQAQ&url=https%3A%2F%2Fjurnal.kominfo.go.id%2Findex.php%2Fpekommas%2Farticle%2Fdownload%2F2030104%2Fpdf%2F5369&usg=AOvVaw1-CU9rmwEBi0mc6LWQ80MS

Khedim, F., et al. (2018). A cognitive chronometry strategy associated with a revised cloud model to deal with the dishonest recommendations attacks in wireless sensor networks. Journal of Network and Computer Applications, 123, 42-56.

Kominfo. (2019). Kominfo Temukan 3.356 Hoaks, Terbanyak saat Pemilu 2019. Diakses 25 Februari 2023, dari: https://www.kominfo.go.id/content/detail/21876/kominfo-temukan-3356-hoaks-terbanyak-saat-pemilu-2019/0/berita_satker

Kominfo. (2019). Laporan Isu Hoaks Terkait Kerusuhan 22 Mei 2019. Diakses 25 februari 2023, dari: https://www.kominfo.go.id/content/detail/18919/laporan-isu-hoaks-terkait-kerusuhan-22-mei-2019/0/laporan_isu_hoaks

Macrinici, D., et al. (2018). Smart contract applications within blockchain technology: A systematic mapping study. Telematics and Informatics, 35(8), 2337-2354.

Paskarina, C. et. al. (2018). Edukasi Anti-Hoax Dalam Pemilu Melalui Metode Debunking. Jurnal pengabdian kepada masyarakat, 2(5), 1-4

Prayitno, Budi.(2017). Langkah Pemerintah Menangkal Diseminasi Berita Palsu. Jurnal Wacana Kinerja, 20(2), 17 - 39

Rahadi, D. R. (2017). Perilaku pengguna dan informasi hoaks di media sosial. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 5(1), 58-70.

Rahutomo, F., Pratiwi, I. Y. R., & Ramadhani, D. M. (2019). Eksperimen naïve bayes pada deteksi berita hoaks berbahasa Indonesia. Jurnal Penelitian Komunikasi Dan Opini Publik, 23(1).

Rengganis, V. M. S. (2019). Literasi Pemilih Penyandang Disabilitas: Identifikasi Permasalahan dan Solusinya di Kabupaten Sleman. Jurnal Tata Kelola Pemilu Indonesia, 1(1), 82- 103

RI, KPU. (2023, February 22). Lima lembaga negara dengan tingkat kepercayaan publik paling tinggi (Instagram post). https://www.instagram.com/p/Co9UtCJhCD9/?igshid=YmMyMTA2M2Y=

Sadikin, Usep Hasan. (2020). Memahami Hoaks dalam Undang-Undang Pilkada. Diakses 5 Februari 2023, dari: https://rumahpemilu.org/memahami-hoax-dalam-uu-pilkada/

Shu, K., et al. (2017). Fake news detection on social media: A data mining perspective. ACM SIGKDD explorations newsletter, 19(1), 22-36.

Silitonga, Y. R., Munawar, I., & MMSI, M. C. (2019). Analisis Dan Penerapan Datamining Untuk Mendeteksi Berita Palsu (Fake News) Pada Social Media Dengan Memanfaatkan Modul Scikit Learn. Digilib Esa Unggul.

Siswoko, K. H. (2017). Kebijakan Pemerintah Menangkal Penyebaran Berita Palsu atau ‘Hoaks’. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni, 1(1), 13-19.

Situngkir, H. (2017). Spread of hoaks in Social Media A report on empirical case. Journal of Economic Perspectives, 31(2), 211-236.

Tchakounté, F., et al. (2022). A smart contract logic to reduce hoaks propagation across social media. Journal of King Saud University-Computer and Information Sciences, 34(6), 3070-3078.

Titouna, C., et al. (2018). FDRA: Fault detection and recovery algorithm for wireless sensor networks. In Mobile Web and Intelligent Information Systems: 15th International Conference, MobiWIS 2018, Barcelona, Spain, August 6-8, 2018, Proceedings 15 (pp. 72-85). Springer International Publishing.

Tribunnews. (2023). Survei Populi Center soal Kepercayaan Publik pada Lembaga Negara: TNI Teratas, Parpol Paling Buncit. Diakses 25 Februari 2023, dari: https://www.tribunnews.com/nasional/2022/04/25/survei-populi-center-soal-kepercayaan-publik-pada-lembaga-negara-tni-teratas-parpol-paling-buncit.

Walsh, L. (2006). Sins against science: The scientific media hoakses of Poe, Twain, and others. SUNY Press.

Wardle, C., & Derakhshan, H. (2017). Information disorder: Toward an interdisciplinary framework for research and policymaking (Vol. 27, pp. 1-107). Strasbourg: Council of Europe.

Winkelmann, S. (Ed.). (2012). The Social Media (R) evolution?: Asian Perspectives on New Media. Konrad-Adenauer-Stiftung, Media Programme Asia.

Zed, Mestika. (2014). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia

Zilos,G., et al. (2019). FIVR: Fine Grained Incident Video Retrieval. 25 Februari 2023. https://arxiv.org/abs/1809.04094

Zubiaga, A., et al. (2018). Detection and resolution of rumours in social media: A survey. ACM Computing Surveys (CSUR), 51(2), 1-36.

Published
2023-05-20
How to Cite
Lati Praja Delmana. (2023). STRATEGI PENANGANAN HOAKS PEMILU MELALUI PENERAPAN SMART CONTRACT LOGIC SERTA SISTEM DETEKSI HOAKS OTOMATIS. Electoral Governance Jurnal Tata Kelola Pemilu Indonesia, 4(2), 188-211. https://doi.org/10.46874/tkp.v4i2.825