ABUSIVE EXECUTIVE POWER PRACTICES IN THE 2024 ELECTIONS: ITS IMPACT ON INDONESIA'S DEMOCRACY AND EFFORTS TO RECOVER IT

Authors

  • Muhammad Rifai Yusuf Universitas Gadjah Mada

DOI:

https://doi.org/10.46874/tkp.v6i1.1370

Keywords:

penyalahgunaan kekuasaan, eksekutif, Pemilu 2024, demokrasi

Abstract

Penelitian ini berupaya menganalisis aspek legal-konstitusional penggunaan kekuasaan negara oleh pemegang dan pelaksana cabang kekuasaan eksekutif (Presiden beserta jajarannya) dalam menggalang dukungan bagi kandidat tertentu khususnya pada pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2024 serta implikasinya terhadap demokrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tiga hal yakni pertama, dalam kondisi semacam apa abusive executive power terjadi. Kedua, dalam hal apa sarana legal-konstitusional mengizinkan Presiden beserta jajarannya terlibat dalam kampanye. Ketiga, bagaimana implikasi abusive executive power terhadap demokrasi serta upaya memulihkannya. Penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif berdasarkan data sekunder dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan pertama, abusive executive power oleh presiden beserta jajarannya terjadi dengan melanggar prinsip konstitusional Pemilu terutama adil dan prinsip good governance. Kedua, aturan legal-konstitusional memberikan hak berkampanye secara terbatas kepada presiden, yakni dalam hal dirinya mencalonkan kembali pada periode kedua. Ketiga, persoalan kedua menyumbang pada kemunduran demokrasi di Indonesia karena penggunaan kekuasaan negara untuk mendukung salah satu kandidat dalam pemilihan Presiden dan Wakil Presiden menegasikan penyelenggaraan Pemilu yang adil. Dibutuhkan reformulasi terhadap aturan hukum Pemilu dengan mendesain adaptabilitasnya terhadap prinsip-prinsip good governance dan batasan yang jelas terkait keterlibatan presiden dalam kampanye.

References

American Bar Association. (1953). Administrative Abusa of Power. Administrative Law Bulletin, 5(2), 29–32. https://doi.org/10.2307/40712375

Asshiddiqie, J. (2005). Hukum Tata Negara dan Pilar-Pilar Demokrasi. Konstitusi Press.

Atmadja, I. D. G. (2010). Hukum Konstitusi: Problematika Konstitusi Indonesia Sesudah Perubahan UUD 1945. Setara Press.

Baihaqi, M. I. (2024). Netralitas Sikap Presiden dan Pejabat Negara dalam Kampanye Pemilihan Umum 2024. https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/80363

Belia, B. (2023, November 1). Pelapor nilai status Ketua MK Ipar Jokowi Pengaruhi Independensi Hakim. Detikcom. https://news.detik.com/berita/d-7013287/pelapor-nilai-status-ketua-mk-ipar-jokowi-pengaruhi-independensi-hakim

Bertelli, A. M. (2023). Accountability in representative government. SSRN Electronic Journal. https://doi.org/10.2139/ssrn.4483124

CNN. (2024, April 1). Faisal Basri: Bansos Bentuk Politik Gentong Babi Jelang Pilpres2024 . Cnnindonesia.Com. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20240401122844-617-1081243/faisal-basri-bansos-bentuk-politik-gentong-babi-jelang-pilpres-2024

Corbin, A. L. (1924). Rights and duties. The Yale Law Journal, 33(5), 501–527. https://doi.org/10.2307/788021

Friedrich, C. J. (1963). Man and His Government: An Empirical Theory of Politics. McGraw Hill.

Ginsburg, T. (2018). Democratic backsliding and the rule of law. DigitalCommons@ONU; Ohio Northern University Law Review. https://digitalcommons.onu.edu/onu_law_review/vol44/iss3/1

Ginsburg, T., & Huq, A. Z. (2022). The pragmatics of democratic “front-sliding.” Ethics & International Affairs, 36(4), 437–453. https://doi.org/10.1017/s0892679422000508

Ginting, E. F., & Wicaksono, D. A. (2020). Dualisme Kewenangan Pengawasan Rancangan Peraturan Daerah Oleh Pemeintah Pusat dan Dewan Perwakilan Daerah. Jurnal Ilmiah Kebijakan Hukum, 14(3), 403–418.

Grillo, E., Luo, Z., Nalepa, M., & Prato, C. (2024). Theories of Democratic backsliding. Annual Review of Political Science, 27(1), 381–400. https://doi.org/10.1146/annurev-polisci-041322-025352

Hady, N. (2010). Teori Konstitusi dan Negara Demokrasi: Paham Demokrasi Konstitusionalisme Demokrasi Pasca Amandemen UUD 1945. Setara Press.

Hamilton, A., Madison, J., & Jay, J. (2008). The Federalist Papers. Oxford University Press.

Huq, A. Z., & Ginsburg, T. (2017). How to lose a constitutional democracy. SSRN Electronic Journal. https://doi.org/10.2139/ssrn.2901776

International IDEA. (2010). Keadilan Pemilu: Ringkasan Buku Acuan Internasional IDEA. Indonesia Printer.

Isra, S. (2020). Sistem Pemerintahan Indonesia: Pergulatan Ketatanegaraan Menuju Sistem Pemerintahan Presidensial. Rajawali Pers.

Little, A., & Meng, A. (2023). Subjective and objective measurement of democratic backsliding. SSRN Electronic Journal. https://doi.org/10.2139/ssrn.4327307

Manan, B., & Harijanti, S. D. (2015). Memahami Konstitusi Makna dan Aktualisasi. RajaGrafindo Persada.

Mansfield, H. C. (1987). The modern doctrine of executive power. Presidential Studies Quarterly, 17(2), 237–252. https://doi.org/10.2307/40574448

Marzuki, P. M. (2005). Penelitian Hukum. Kencana.

Maulana, M. I., & Umein, M. A. A. (2021). Possible Abuse of Authority by State Administrative Officers in the Development and Implementation of Public Policies. Awang Long Law Review, 4(1), 110–117. https://doi.org/10.56301/awl.v4i1.260

Mochtar, Z. A. (2022). Politik Hukum Pembentukan Undang-Undang. EA Books.

Moncrieffe, J. M. (1998). Reconceptualizing political accountability. International Political Science Review / Revue Internationale de Science Politique, 19(4), 387–406. https://doi.org/10.2307/1601513

Moore, C. (2017). Crown and Sword: Executive Power and the Use of Force by the Australian Defence Force. ANU Press.

Mortenson, J. D. (2020). The Executive Power Clause. University of Pennsylvania Law Review, 168(5), 1269–1367. https://doi.org/10.2307/45467489

Mukhlis, M. M., Balebo, P. M., Syarifuddin, A., & Tajuddin, M. S. (2024). Limitasi Demokrasi Hak Presiden dalam Kampanye Politik Sebagai Penguatan Sistem Pemilihan Umum. Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, 6(2), 260–280. https://doi.org/10.14710/jphi.v6i2.260-280

Neuman, G. L. (2003). Human rights and constitutional rights: Harmony and dissonance. Stanford Law Review, 55(5), 1863–1900. https://doi.org/10.2307/1229566

Nirwana, M. A. (2024). Aturan Hukum Keberpihakan Presiden dalam Pemilu. AL WASATH Jurnal Ilmu Hukum, 5(1), 1–10. https://doi.org/10.47776/alwasath.v5i1.1004

Pers, B. (2024, January 26). Presiden jokowi tegaskan aturan kampanye diatur undang-undang. Laman Presiden RI. https://www.presidenri.go.id/siaran-pers/presiden-jokowi-tegaskan-aturan-kampanye-diatur-undang-undang/

Prabowo, D. (2023, November 1). Singgung status Anwar Usman ipar jokowi, Pelapor: Apa bisa independen? Kompas.Com. https://nasional.kompas.com/read/2023/11/01/10353761/singgung-status-anwar-usman-ipar-jokowi-pelapor-apa-bisa-independen

Prabowo, D. (2024, April 23). “Dissenting Opinion” Pertama dalam Sejarah Sengketa Pilpres, Hampir Bikin Pemilu Ulang Halaman all. Kompas.Com. https://nasional.kompas.com/read/2024/04/23/07555211/dissenting-opinion-pertama-dalam-sejarah-sengketa-pilpres-hampir-bikin?page=all

Pratt, R. L. (1991). Alexander Hamilton: The separation of powers. Public Affairs Quarterly, 5(1), 101–115. https://doi.org/10.2307/40435772

Prayitno, C. (2020). Analisis Konstitusionalitas Batasan Kewenangan Presiden dalam Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. Jurnal Konstitusi, 17(3), 513. https://doi.org/10.31078/jk1733

Rachman, A. (2024, January 4). Bansos Diklaim Alat Politik Jokowi, sri mulyani buka faktanya! Cnbcindonesia.Com. https://www.cnbcindonesia.com/news/20240104071311-4-502602/bansos-diklaim-alat-politik-jokowi-sri-mulyani-buka-faktanya

Rahmawan, A. B., Ardiansyah, M. D., & Sholihah, A. Z. (2024). Hukum Administrasi Negara: Konsep, Fundamental, Perkembangan Kontemporer, dan Kasus (R. A. Wibowo, Ed.). Rajawali Pers.

Ranadireksa, H. (2009). Arsitektur Konstitusi Demokratik. FOKUSMEDIA.

Rotberg, R. I. (2003). When States Fail: Causes and Consequences. Princeton University Press.

Safitri, E. (2024, January 26). Jokowi Bawa Kertas Besar, Tunjukkan Aturan soal Presiden Boleh Kampanye. Detikcom. https://news.detik.com/Pemilu/d-7162237/jokowi-bawa-kertas-besar-tunjukkan-aturan-soal-presiden-boleh-kampanye

Safitri, I. K. (2023, June 8). Jokowi akan tetap cawe-cawe. TEMPO.CO. https://grafis.tempo.co/read/3340/jokowi-akan-tetap-cawe-cawe

Saptohutomo, A. P. (2023, November 20). Aparat Desa Dukung Prabowo-Gibran Dianggap Wujud Demokrasi Tanpa Etika Halaman all. Kompas.Com. https://nasional.kompas.com/read/2023/11/21/06200051/aparat-desa-dukung-prabowo-gibran-dianggap-wujud-demokrasi-tanpa-etika?page=all

Scheppele, K. L. (2018). Autocratic legalism. The University of Chicago Law Review, 85(2), 545–584. https://doi.org/10.2307/26455917

Sulistya, A. R. (2024a, March 17). Alasan Bansos dari Jokowi Dituding Sebagai Politik Gentong Babi. TEMPO.CO. https://nasional.tempo.co/read/1845868/alasan-bansos-dari-jokowi-dituding-sebagai-politik-gentong-babi

Sulistya, A. R. (2024b, March 17). Alasan Bansos dari Jokowi Dituding Sebagai Politik Gentong Babi. TEMPO.CO. https://nasional.tempo.co/read/1845868/alasan-bansos-dari-jokowi-dituding-sebagai-politik-gentong-babi

Suryanata, A. R., & Mubarrak, M. Z. (2024). Analisis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 1/PHPU.PRES XXII/2024 Tentang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Presiden Tahun 2024 dalam Memaknai Peran Presiden di Pemilihan Umum. UNES Law Review, 6(4), 12173–12183. https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i4.2191

Suteki, & Taufan, G. (2018). Metodologi Penelitian Hukum (Filsafat, Teori dan Praktik). Depok.

Terry, H. T. (1903). Legal duties and rights. The Yale Law Journal, 12(4), 185–212. https://doi.org/10.2307/781938

Tjandra, W. R. (2023). Hukum Keuangan Negara Pengertian, Ruang Lingkup, Pengelolaan, dan Penyelesaian Kerugian Negara. KANISIUS.

Vermeule, A., & Posner, E. A. (2011). The Executive Unbound: After the Madisonian Republic. Oxford University Press.

Widadio, N. A. (2024, February 6). Pemilu 2024: Ironi kemunduran demokrasi di tangan Jokowi di balik gencarnya pembangunan infrastruktur dan investasi. BBC News Indonesia. https://www.bbc.com/indonesia/articles/c9901z9lp0go

Yanwardhana, E. (2024, January 4). Istana Bantah Keras Bansos jokowi jadi alat politik pilpres 2024. Cnbcindonesia.Com. https://www.cnbcindonesia.com/news/20240104124505-4-502727/istana-bantah-keras-bansos-jokowi-jadi-alat-politik-pilpres-2024

Zeydan. (2024). Tinjauan Hukum Terhadap Netralitas dan Kewenangan Pemihakan Presiden dalam Pemilihan Presiden 2024[Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta]. https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/80938

Published

2025-01-20

How to Cite

ABUSIVE EXECUTIVE POWER PRACTICES IN THE 2024 ELECTIONS: ITS IMPACT ON INDONESIA’S DEMOCRACY AND EFFORTS TO RECOVER IT. (2025). Electoral Governance Jurnal Tata Kelola Pemilu Indonesia, 6(1), 49-70. https://doi.org/10.46874/tkp.v6i1.1370